RIAUWICARA.COM |DUMAI - Grup 3 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) resmi menerima hibah lahan seluas 245,5 hektare di RT 11, Kelurahan Basilam...
RIAUWICARA.COM|DUMAI - Grup 3 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) resmi menerima hibah lahan seluas 245,5 hektare di RT 11, Kelurahan Basilam, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Provinsi Riau.
Komandan Grup 3 Kopassus Brigjen TNI Bram Pramudia menjelaskan bahwa kehadiran satuannya di Dumai bukan sekadar pembentukan satuan baru.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari strategi pertahanan dan upaya memperkuat kedaulatan negara.
"Grup 3 Kopassus bertugas melaksanakan operasi khusus di wilayah Sumatera. Kehadiran kami di Dumai sebagai panggilan tugas sekaligus amanah untuk membangun hubungan harmonis, saling mendukung dan menjaga antara TNI dan masyarakat," ujarnya di Dumai, Minggu (23/11/2025).
Bagaimana Proses Hibah Lahan Ini Terjadi?
Hibah lahan tersebut diberikan oleh pengusaha Junaidi Zhang. Penandatanganan akta hibah dilakukan secara langsung oleh Junaidi Zhang dan disaksikan Wali Kota Dumai Paisal di kediaman dinas Walikota pada Sabtu (22/11/2025).
Brigjen Bram menyebut penyerahan aset ini merupakan bentuk sinergisitas antara masyarakat dan TNI. Ia menilai dukungan publik merupakan elemen penting dalam memperkuat sistem pertahanan nasional.
"Kekuatan pertahanan tidak hanya terletak pada alutsista dan kemampuan tempur saja, namun juga pada kepercayaan dan dukungan rakyat," tuturnya.
Junaidi Zhang menjelaskan bahwa penyerahan lahan dilakukan dalam dua tahap, yakni 142 hektare pada tahap pertama dan 103,5 hektare pada tahap kedua. Lahan tersebut diperoleh melalui SKGR tahun 2006.
“Saya ikhlas dan senang bisa berbakti kepada negara melalui pemberian ini. Kondisi lahan sudah bersih dan siap untuk dilakukan proses pembangunan," kata Junaidi.
Apa Dampak Hibah Ini bagi Kota Dumai?
Wali Kota Dumai Paisal menyampaikan kebanggaannya karena ada warga yang bersedia menghibahkan tanah untuk pembangunan markas TNI. Ia meyakini kehadiran Kopassus akan memberikan dampak positif bagi pengembangan wilayah.
"Terima kasih atas keikhlasan memberikan tanahnya. Tentu ini menjadi semangat dan bisa mendongkrak perekonomian daerah makin maju. Ini juga kebanggaan karena Dumai salah satu daerah yang terpilih,” ujarnya.
Paisal menambahkan bahwa pembangunan markas akan mulai dilakukan pada 2026 dengan pembiayaan dari pemerintah pusat.
Mengapa TNI AD Membentuk Grup Kopassus di Pulau-pulau Besar?
Penempatan Grup 3 Kopassus di Dumai merupakan bagian dari pengembangan organisasi TNI AD melalui konsep pertahanan pulau-pulau besar. Kebijakan ini bertujuan agar kekuatan pasukan elite tidak lagi terpusat di Pulau Jawa.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Wahyu Yudhayana menjelaskan bahwa tiap pulau besar akan memiliki satu grup Kopassus. “Dasarnya adalah konsep pertahanan pulau-pulau besar. Sehingga pada pulau-pulau tersebut ditempatkan satu grup,” ujarnya.
Keberadaan satuan di tiap pulau besar memungkinkan Kopassus bertindak lebih cepat dalam merespons ancaman keamanan. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto telah menyetujui kebijakan ini melalui Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1033/VIII/2025.
Enam grup Kopassus yang kini dikembangkan TNI AD berada di lokasi berikut:
Grup 1: Banten
Grup 2: Surakarta, Jawa Tengah
Grup 3: Dumai, Riau
Grup 4: Penajam, Ibu Kota Nusantara
Grup 5: Kendari, Sulawesi Tenggara
Grup 6: Timika, Papua Tengah.
Enam grup tersebut akan dipimpin oleh perwira menengah berpangkat Kolonel Infanteri, termasuk Kolonel Inf Bram Pramudia yang kini menjabat sebagai Komandan Grup 3 Kopassus.

COMMENTS